Bahaya Asap Rokok

Lingkungan asap rokok adalah penyebab berbagai penyakit yang tidak hanya dialami oleh perokok tetapi orang sehat yang bukan perokok. Pajanan asap rokok secara terus-menerus pada orang dewasa yang sehat dapat menambah resiko terkena penyakit paru-paru dan penyakit jantung sebesar 20 – 30%. Lingkungan asap rokok dapat memperburuk kondisi seseorang yang mengidap penyakit asma, menyebabkan bronkitis, dan pneumonia. Asap rokok juga menyebabkan iritasi mata dan saluran hidung bagi orang yang berada di sekitarnya. Pengaruh lingkungan asap tembakau dan kebiasaan ibu hamil merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anaknya bahkan sebelum anak dilahirkan. Bayi yang lahir dari wanita yang merokok selama hamil dan bayi yang hidup di lingkungan asap rokok mempunyai resiko kematian yang sama (WHO, 2002).

Nikotin yang ada dalam kandungan rokok merupakan zat karsinogen atau penyebab kanker terutama bagi organ jantung dan sistem pernafasan. Bahaya rokok tidak hanya mengancam kesehatan pihak yang menggunakan atau perokok aktif. Rokok juga berbahaya bagi pihak yang tidak merokok, namun terpaksa harus ikut menghirup asap yang dihasilkan perokok aktif. Oleh karena itu lingkungan bebas asap rokok akan membebaskan semua pihak pengguna gedung dari bahaya kesehatan.

Sekitar satu dari tiga orang dewasa merokok. Merokok di tempat umum melanggar hak bagi orang yang tidak merokok akan udara bersih dan membebankan biaya kesehatan kepada orang lain (Anonimus, 2010). Untuk mengurangi pemajanan asap rokok bagi perokok pasif, maka perlu di bangun area atau tempat khusus untuk merokok. Berikut ini persyaratan bangunan yang memiliki area khusus merokok, antara lain (ASHRAE, 2007):

  1. Klasifikasikan ruangan, yaitu bebas rokok atau khusus merokok.
  2. Pemberian tanda bagi ruangan khusus merokok disetiap pintu masuk area khusus merokok
  3. Area/ruang merokok bertekanan udara negatif dibandingkan dengan ruangan bebas rokok yang bersebelahan.
  4. Dinding, pintu, lantai solid dilengkapi dengan mekanisme pintu menutup otomatis.
  5. Transfer udara bebas asap rokok ke dalam ruangan khusus merokok.
  6. Jaga jangan sampai terjadi resirkulasi udara dari ruang khusus merokok ke ruangan bebas asap rokok.
  7. Exhaust sistem pada ruangan khusus merokok.

Bibliografi:

Anonimus. 2010. Diunduh 22/06/2010, http://www.litbang.depkes.go.id/tobaccofree/media/FactSheet/FactInd/3_udarabersih_21.pdf

ASHRAE. 2007. ASHRAE Standard: Ventilation for Acceptable Indoor Air Quality. ASHRAE Inc. Atlanta.
WHO. 2002. Environmental Tobacco Smoke. Regional Office for Europe. Kopenhagen, Denmark.  http://www.euro.who.int/document/aiq/8_1ets.pdf14/04/201

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: