Sertifikasi “Green” untuk Gedung Terbangun

JAKARTA – Anda merasa gedung yang Anda tempati saat ini sudah paling baik? Eits, tunggu dulu! Jangan gegabah menilai, sebelum gedung yang Anda tempati mendapatkan sertifikat dari GBCI (Green Bulding Council Indonesia ).

Ir. Rana Yusuf Nasir, Director of Rating & Technology GBCI mengungkapkan bahwa gedung, baik yang baru maupun yang lama, mesti memiliki sertifikat ramah lingkungan dari GBCI. Di Indonesia, katanya, pertumbuhan gedung relatif lambat. Saat ini hanya ada 2% gedung baru. Sisanya, gedung-gedung yang sudah terlebih dahulu berdiri.

Masalanya, kata Rana, gedung yang sudah berdiri itu, walau memiliki prinsip “green ” belum tentu tetap green pada tahun berikutnya. Bisa jadi justru menjadi “grey building ”. Olehkarenanya, untuk dapat menyatakan diri tetap green, gedung-gedung itu harus selalu memperbaiki sertifikat green yang telah diperolehnya, dalam hal ini dari GBCI.

Sertifikat green dari GBCI hanya berlaku 3 tahun. Setelah itu harus kembali diperbaharui. Ini digunakan untuk terus memacu setiap gedung melakukan pemeliharan bangunan yang ramah lingkungan.

Soal sertifikat green, GBCI berhak mengeluarkan beberapa jenis. Di antara yang sudah diluncurkan, ada Greenship n ew b uilding -sebuah penilaian ramah lingkungan untuk bangunan baru. Selain itu, sejak (13/1)  GBCI juga meluncurkan Greenship for existing buildingGreenship existing building adalah rating yang digunakan untuk menilai gedung yang sudah terbangun. Beberapa aspek yang dilihat adalah tepat guna lahan; efisiensi energi dan konservasi; konservasi air; sumber dan siklus material; kualitas udara dan kenyamanan ruang; serta manajemen lingkungan bangunan. Penyusunan rating ini dibuat dengan melakukan analisa terhadap rating green di seluruh dunia. Diantaranya dari Hongkong, Singapura dan Malaysia. Selain itu tim GBCI juga memperhatikan keputusan yang dibuat oleh pemerintah, SNI (Standar Nasional Indonesia) dan kondisi lokal Indonesia.

Nah, Anda tertarik untuk mengajukan gedung Anda untuk dinilai oleh GBCI. Perhatikan dulu persyaratannya. Gedung yang bisa dikategorikan masuk penilaian existing building adalah yang sudah terbangun minimal 1 tahun. Selain itu luas bangunannya minimal 2.500 m2. Anda juga harus menandatangani surat persetujuan dengan GBCI untuk memperbolehkan seluruh data gedung dipelajari dalam studi kasus yang diselenggarakan oleh GBCI. Jangan lupa juga Anda harus memiliki laporan implementasi pengelolaan lingkungan hidup yang disahkan oleh Bapedal dan memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

Tunggu apa lagi? Ayo jadikan gedung Anda green !

sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Berita/Properti/GBCI-luncurkan-Greenship-version-1.0-for-Existing-Building?sms_ss=facebook&at_xt=4d34e2bcaf326807,0

3 responses

  1. Konsep green bulding kan masih relatif baru di Indonesia,selain aspek tepat guna lahan,efisiensi energi dan konservasi,konservasi air,sumber dan siklus material,kualitas udara dan kenyamanan ruang, serta manajemen lingkungan bangunan, aspek material/bahan bangunannya yang seperti apa agar memenuhi syarat dalam konsep green buiding?
    kebetulan pekerjaan saya juga berkaitan dengan bangunan

  2. Untuk lebih jelas, sila kunjungi website: http://gbcindonesia.org/

    Kalau ingin detil untuk mengetahui syarat-syarat aspek material, coba link berikut:
    http://gbcindonesia.org/images/stories/TimRating/GREENSHIP%20NB%20Ringkasan.pdf

    Thanks ya Ko, udah kunjungin blog ini🙂

  3. sama-sama…..untuk share knowledgenya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: