Pengenalan KUDR #1

Sebagian dari kita, biasanya akan menghabiskan waktu di kantor untuk bekerja. Meskipun demikian, pada akhirnya kita akan kembali kerumah untuk berkumpul bersama keluarga dan beristirahat. Rumah sebagai lingkungan yang mendominasi keseharian dan kehidupan kita. Berikut ini merupakan ulasan mengenai pengenalan kualitas udara di dalam rumah.

Apa penyebab kualitas udara ruang menjadi buruk?

Penyebab utamanya adalah sumber polutan/pencemar yang dapat melepaskan gas berbahaya ke udara; Pertukaran udara yang tidak memadai, misalnya karena ventilasi yang kecil, sehingga udara dari luar tidak mampu mengeluarkan emisi udara dan terjebak di dalam rumah; selain itu, suhu dan kelembaban udara juga dapat meningkatkan kadar polutan di dalam ruangan.

Apa saja sumber polutan?

Sumber polutan di dalam rumah sangat beragam. Mungkin kita masih ingat, bahwa masih banyak yang menggunakan kayu bakar di pedesaan. Asap dari pembakaran kayu adalah sumber polutan yang sulit dihindari. Begitu juga jika menggunakan kompor dengan minyak tanah, ketika mematikan apinya maka kita akan menghirup polutan dari asapnya.  Selain itu, asap knalpot yang berasal dari kendaraan di tempat parkir merupakan polutan yang sering kita rasakan baik di desa maupun perkotaan.

Sumber polutan bisa juga berasal dari emisi perabotan dan alat rumah tangga, antara lain: asbestos (digunakan untuk atap rumah), karpet basah dan berdebu, perabotan dari kayu komposit, AC, dan pembersih rumah, serta pestisida. Hobi dan pekerjaan yang dilakukan dirumah juga bisa menghasilkan emisi, seperti menggunakan cat dan pelarut untuk tembok dan perabotan, merokok, menggunakan penyegar udara.

Ventilasi 

Jika udara segar yang masuk ke dalam rumah terlalu sedikit, maka bisa memicu masalah kesehatan dan kenyamanan penghuninya. Beberapa rumah modern, ada yang didesain untuk meminimalkan udara luar yang masuk keruangan untuk memaksimalkan kerja AC. Biasanya, dicirikan dengan beberapa jendela yang tidak dapat dibuka, bahkan ditemukan kisi-kisi jendela pun tidak disediakan. Tingkat polusi udara pada model rumah yang demikian, berpotensi lebih buruk dibandingkan rumah lainnya. Sehingga butuh ventilasi mekanik untuk melakukan pertukaran udara.

Namun, bukan berarti rumah yang berventilasi alami akan aman dari masalah kualitas udara. Jika ukuran bukaan jendelanya kecil dan jumlahnya sedikit, ditambah angin tidak cukup kuat untuk melakukan pertukaran udara, maka tingkat polutan di dalam rumah akan meningkat.

Bagaimana udara luar bisa masuk ke dalam rumah?

Udara luar masuk ke dalam rumah lalu keluar rumah dengan tiga cara, yaitu: infiltrasi, ventilasi alami dan ventilasi mekanik. Tingkat dimana udara luar menggantikan udara di dalam ruangan disebut dengan nilai pertukaran udara. Ketika pertukaran udara dari infiltrasi, ventilasi alami atau ventilasi alami bernilai kecil, maka tingkat polusi akan meningkat.

  • Infiltrasi –> aliran udara luar yang masuk ke dalam rumah lewat celah-celah bangunan, seperti:  sambungan dan retakan pada dinding, lantai dan langit-langit, serta celah di sekeliling jendela dan pintu.
  • Ventilasi alami –> adanya aliran udara baik pada proses infiltrasi maupun ventilasi alami dapat terjadi karena adanya perbedaan suhu udara luar dan suhu udara di dalam dan angin.
  • Ventilasi mekanik –> perangkat ventilasi berupa kipas yang jika diaktifkan lalu mengeluarkan udara yang ada di dalam suatu ruangan, seperti dapur dan kamar mandi.
(Sumber tulisan : (US)EPA IAQ — lihat daftar Blogroll)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: