Risiko Asbestos di Rumah Tinggal

Hotel dan berbagai tempat wisata, banyak yang menawarkan kemewahan dan kepuasan kepada anda. Namun, besar kemungkinan anda akan tetap mengatakan bahwa rumah adalah tempat yang paling nyaman di dunia. Pikiran yang penat dan rasa lelah karena seharian beraktivitas akan terbayarkan dengan melihat keluarga atau suasana di rumah. Dengan demikian, rumah tidak hanya menjadi aset fisik bangunan tetapi juga secara psikologi banyak memberi arti bagi hidup anda.

Namun, pernahkah anda menyadari adanya polutan udara berbahaya di dalam rumah yang dapat menggangu pernapasan atau bahkan hingga penyakit asbestosis? Salah satu polutan udara yang ditemukan di rumah adalah asbestos. Kerap kali dijumpai terutama pada rumah bangunan lama.

Mengenal Asbestos

Mungkin sebagian dari anda ada yang masih ingat permainan tradisional engklek, yaitu melompat menggunakan satu kaki di setiap petak yang sudah digambar di tanah. Berbekal pecahan genteng yang kemudian dilemparkan ke kotak petak. Konon waktu dulu, pecahan genteng ini yang paling bagus lemparannya bukan dari jenis tanah liat, tapi dari remahan genteng jenis asbestos yang biasanya di dapat dari rumah yang sedang di renovasi.

Asbestos merupakan terminologi internasional, biasanya di Indonesia disebut dengan asbes atau istilah pasar untuk bermacam-macam mineral yang dipisah-pisahkan hingga menjadi serabut yang fleksibel. Ketika serat ini terlepas di udara, anda tidak dapat melihatnya dengan mata telanjang. Serat asbestos sangat halus dan ringan sehingga serat dapat berada di udara selama beberapa jam pada saat terlepas dari bahan bangunan, dengan demikian dapat terhirup oleh penghuni di rumah.

Revolusi industri mewakili ledakan besar bagi industri abestos hingga tahun 1970-an. Kemudian tahun 1989, Environmental Protection Agency mengeluarkan aturan larangan dan penghapusan asbestos. Tahun 1990-an beberapa negara memberlakukan larangan produksi terhadap hampir seluruh produk yang mengandung asbestos, antara lain Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Hal ini terkait dengan temuan adanya hubungan antara gangguan kesehatan dengan pajanan asbestos, termasuk asbestosis dan penyakit kanker yang jarang ditemukan yaitu mesothelioma.

Produk Asbestos di Rumah

Di Indonesia, bahan baku asbestos mulai diperkenalkan pada tahun 1959 dan mengalami lonjakan produksi pada tahun 2000. Saat ini, Indonesia masuk dalam posisi 10 besar untuk negara pengguna bahan baku asbestos.

Di rumah, aplikasi asbestos biasanya sebagai bahan bangunan, antara lain seperti asbes untuk atap/genteng, kertas asbes untuk lantai dan atap, cone block, produk isolasi termal, produk akustikal dinding dan langit-langit, serta lembaran semen. Rumah masa kini yang sadar akan bahaya asbestos, biasanya sudah tidak lagi menggunakannya sebagai bahan bangunan. Dengan demikian, biasanya anda dapat jumpai banyak bahan bangunan yang masih mengandung asbestos pada rumah bangunan lama.

Risiko Asbestos

Asbestos yang ada di rumah anda tidak secara langsung menjadi polutan udara yang membahayakan kesehatan. Bahan bangunan dan produk rumah tangga yang mengandung asbestos dalam kondisi baik kemungkinan besar tidak menimbulkan masalah. Asbestos akan berbahaya ketika rusak, pecah, atau berupa bongkaran menjadi serat mikroskopis. Serat ini menjadi berbahaya ketika terhirup, hal ini karena asbestos yang terhirup dalam jumlah tertentu dapat menempel pada paru-paru dan menimbulkan beragam gangguan kesehatan, yaitu gangguan pernapasan, asbestosis (fibrosis yang menimbulkan penebalan dan luka gores pada paru-paru), kanker paru-paru termasuk kanker batang tenggorokan, dan mesothelioma (kanker pada bagian lain saluran pernapasan seperti kanker pleura atau peritoneum).

Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 125 juta orang diseluruh dunia sedang terpajan asbes yang terkait dengan kanker paru-paru dan 90.000 orang diantaranya akan meninggal dunia setiap tahun. Ini berarti setiap 5 menit, ada satu orang yang akan meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan asbes.

Isu asbestos tidak hanya ditujukan untuk kebaikan penghuni di rumah anda, namun juga ditujukan untuk perhatian terhadap masalah lingkungan secara umum, antara lain: keselamatan pekerja pabrik yang memproduksi material tersebut karena terpajan secara terus menerus oleh polusi zat tersebut. Selain itu, untuk menyelamatkan ekosistem sungai dan laut dari bahaya terpajan asbestos yang kerap limbahnya dibuang ke perairan oleh pabrik-pabrik. Selanjutnya, melalui rantai makanan, ikan di perairan yang terpajan zat tersebut akan dikonsumsi oleh manusia. Pada akhirnya juga akan berbahaya bagi kehidupan secara luas.

Tips Menangani Asbestos

Langkah pertama untuk menghadapi asbes di rumah anda adalah identifikasi seluruh bahan bangunan yang mengandung asbestos. Cara aman untuk menanganinya adalah dengan menyegel atau melapisi bahan bangunan tersebut agar serat atau debu asbestos tidak terlepas ke udara. Untuk melindungi keluarga dari bahaya asbestos yang ada di rumah, maka dapat mempertimbangkan hal berikut ini:

  •  Jauhkan bahan yang mengandung asbestos dari aktivitas dan jangkauan anak-anak.
  •  Beri tanda bahaya adanya bahan asbestos yang rusak agar dapat dijauhi oleh anggota keluarga terutama anak-anak.
  •  Jangan menyapu atau mem-vacum debu asbestos.
  •  Jangan menggergaji atau membor bahan bangunan yang mengandung asbestos.
  •  Jangan menyikat lantai atau bahan yang mengandung asbestos.
  •  Jika tidak dapat menghindari lantai yang terkontaminasi debu asbestos, bersihkan dengan lap basah.

Debu asbestos, tentu akan menjadi masalah ketika anda ingin merenovasi rumah. Oleh karena itu, sebaiknya sudah sejak awal, rumah anda dibangun tanpa menggunakan produk asbestos demi kesehatan keluarga tercinta dan lingkungan di sekitar kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: